Barru Siap Sambut Operasional Sekolah Rakyat, Bupati Dorong Manfaat Maksimal bagi Masyarakat

0
Dokumentasi Alenanews.com_20260708_220829_0000

Dokumentasi Alenanews.com 20260708 220829 0000

Alenanews, Barru – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Operasional Sekolah Rakyat sebagai langkah memastikan seluruh aspek pembangunan dan operasional Sekolah Rakyat siap sebelum diresmikan secara serentak oleh Presiden Republik Indonesia pada 14 Juli 2026, Ruang Rapat Pimpinan Lantai 5, Kantor Bupati Barru, Rabu (8/7/2026).

Dalam arahannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja bersama sehingga Kabupaten Barru menjadi salah satu dari sembilan daerah di Sulawesi Selatan yang mendapatkan Program Sekolah Rakyat Permanen. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari perjuangan panjang yang dilakukan bersama Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, dan seluruh jajaran serta Forkopimda Pemerintah Kabupaten Barru.

Perhatian serupa juga diberikan terhadap perekrutan tenaga kerja. Bupati berharap tenaga keamanan, juru masak, tenaga kebersihan, maupun tenaga pendukung lainnya dapat melibatkan dan mengutamakan masyarakat Barru sesuai mekanisme yang ditetapkan Kementerian Sosial. Harapan tersebut bahkan telah ia sampaikan langsung kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico.

“Saya berjuang menghadirkan Sekolah Rakyat karena saya tahu program ini akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat Barru. Saya tidak ingin masyarakat saya hanya menjadi penonton.”, Tegasnya

Bupati juga meminta agar Dinas Sosial turut dilibatkan dalam proses penentuan tenaga pendukung agar mengutamakan masyarakat Barru yang memenuhi persyaratan memperoleh kesempatan bekerja.

Sementara itu, untuk tenaga pendidik, ia menegaskan seluruh proses seleksi harus dilakukan secara profesional berdasarkan kompetensi, bukan karena hubungan keluarga ataupun kedekatan pribadi. Ia juga meminta data asal tenaga pendidik maupun tenaga pendukung disampaikan secara terbuka kepada Pemerintah Kabupaten Barru.

Bupati mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap Sekolah Rakyat sangat tinggi. Namun demikian, ia mengingatkan agar proses seleksi tetap mengutamakan keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 sesuai ketentuan pemerintah, disertai pemerataan peserta didik dari seluruh kecamatan serta pemeriksaan kesehatan fisik dan mental secara menyeluruh.

Perhatian lainnya diberikan terhadap penyediaan air bersih. Bupati meminta PDAM Barru memastikan kebutuhan air Sekolah Rakyat tidak mengurangi pelayanan kepada masyarakat sekitar serta menjamin kualitas air memenuhi standar kesehatan karena akan digunakan untuk kebutuhan konsumsi dan aktivitas sehari-hari para siswa.

“Jangan sampai hadirnya Sekolah Rakyat justru menghadirkan masalah baru bagi rakyat. Sekolah Rakyat harus memberi manfaat besar, bukan mengurangi hak masyarakat mendapatkan air bersih ” tegasnya

Sebelumnya , Ardian Saputra, kontraktor pelaksana PT Waskita Karya memastikan seluruh fasilitas utama yang dibutuhkan untuk operasional awal telah dipersiapkan. Sebanyak 330 siswa dijadwalkan mulai memasuki kawasan Sekolah Rakyat pada 14 Juli 2026 dengan memanfaatkan ruang belajar dan asrama sementara, sementara penyelesaian fasilitas permanen ditargetkan rampung pada 20 Juli 2026.

Dokumentasi Rakor Sambut Operasional Sekolah Rakyat

Kemudian, Perwakilan Kementerian Sosial RI, Nurlina PIC Persiapan MPLS SR Permanen Barru memberikan apresiasi atas kesiapan Pemerintah Kabupaten Barru. Berdasarkan hasil pemantauan di Sulawesi Selatan, progres persiapan Sekolah Rakyat di Kabupaten Barru dinilai menjadi salah satu yang paling maju sehingga diharapkan dapat menjadi contoh pelaksanaan program di daerah lain.

Turut hadir, Kepala OPD terkait, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kab. Barru, Para PIC Sekolah Rakyat Kementerian Sosial RI, Camat Soppeng Riaja, Wakil Kepala SRT 65 Barru Bersama Wali Asuh, Kepala Desa Lawallu, serta undangan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *